Metafora Mencari Jejak Bangau Terbang Sastra tanpa Aksara dalam Lontar tanpa Tulis… IBM Dharma Palguna http://www.balipost.co.id/ BATIN punya telinga, biasa disebut telinga batin. Badan jasmani punya dua telinga. Tidak tahu saya, berapa banyaknya telinga batin. Tak juga saya diberitahu oleh siapa pun, apakah telinga batin berhubungan dengan pikiran, atau dengan ego, atau barangkali berhubungan dengan intelek. Saya hanya dinasihati oleh Tradisi agar menggunakan telinga batin untuk mendengar suara yang tak tertangkap oleh telinga jasmani. Tradisi yang menasihati saya tidak menjelaskan sesungguhnya telinga batin itu apa. Tapi Tradisi berhasil meyakinkan saya, bahwa dengan telinga batin akan dapat didengar suara yang amat halus tentang hal yang juga bersifat suksma atau halus. Kata Tradisi, Pribadi yang sedang mendengar dengan Pribadi yang sedang bersuara, dipisahkan hanya selembar kelir jasmani. Itulah komunikasi yang paling dirindukan manusia. Karena akan membebaskan manusia d...
Kejahatan tuhan, kebaikan tuhan (rwabineda) Tuhan tidak bisa dimengerti oleh mahluk berindra