Langsung ke konten utama

Postingan

Lontar tanpa tulis pendahuluan 1.

Metafora Mencari Jejak Bangau Terbang Sastra tanpa Aksara dalam Lontar tanpa Tulis… IBM Dharma Palguna http://www.balipost.co.id/ BATIN punya telinga, biasa disebut telinga batin. Badan jasmani punya dua telinga. Tidak tahu saya, berapa banyaknya telinga batin. Tak juga saya diberitahu oleh siapa pun, apakah telinga batin berhubungan dengan pikiran, atau dengan ego, atau barangkali berhubungan dengan intelek. Saya hanya dinasihati oleh Tradisi agar menggunakan telinga batin untuk mendengar suara yang tak tertangkap oleh telinga jasmani. Tradisi yang menasihati saya tidak menjelaskan sesungguhnya telinga batin itu apa. Tapi Tradisi berhasil meyakinkan saya, bahwa dengan telinga batin akan dapat didengar suara yang amat halus tentang hal yang juga bersifat suksma atau halus. Kata Tradisi, Pribadi yang sedang mendengar dengan Pribadi yang sedang bersuara, dipisahkan hanya selembar kelir jasmani. Itulah komunikasi yang paling dirindukan manusia. Karena akan membebaskan manusia d...

lontar tanpa tulis pendahuluan

LONTAR TANPETULIS Generasi muda barangkali banyak yang tak tahu apa itu lontar. Lontar adalah sejenis buku yang dibuat dari daun lontar sebelum kertas ditemukan. Dahulu dirumahku ada beberapa lontar. Dan sejak kecil aku sering mendengar kata-kata “LONTAR TANPETULIS” dari orang-orang tertentu disekitar kehidupan kami; yaitu yang bermakna sebagai lontar tanpa ada tulisan apapun (lontar kosong). Pada saat sekarang sangatlah sedikit orang yang mengenal lontar secara baik; artinya betul-betul pernah membaca lontar walaupun tak memahami isinya. Dibutuhkan kesungguhan untuk dapat membaca lontar-lontar, yang memakai bahasa daerah halus atau bahasa Jawa Kuno (kawi), dengan tulisan Bali, Modra, Jawa, Dewanagari ataupun yang lainnya. Tahun 1960an, ayahku, pamanku, iparnya dan beberapa teman yang lainnya, suka kumpul-kumpul, melakukan diskusi atau dialog. Sesekali aku pun ikut nguping. Dari diskusi itu mereka membanding-bandingkan tentang paham KOMUNIS dengan ajarang Sang Buddha, Th...

Lontar tanpa tulis cakepan baligama

Budaya Bali Om Swastiastu, Om Awighnamastu Namo Siddham. Om Hrang Hring Sah Parama Siwaditya ya Namah. Terlebih dahulu, kami haturkan pangaksama mohon maaf ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi serta Batara - Batari junjungan dan leluhur semuanya. Agar supaya, tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana, kami terlepas dari kutuk dan neraka karena diambil dari berbagai sumber informasi, yang mungkin kurang tepat. Om Tat Pramadat Kesama Swamam. Om Santih  Home ajaran dharma Reiki  obat alternative Obat herbal Proteksi Produk Bali ▼ Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali Belajar Tenaga Dalam Spiritual Bali melanjutkan artikel terdahulu yang bertajuk " Belajar Tenaga Dalam Asli Bali " yang mungkin dapat dikatakan sebagai level atau tingkat dasar dari sekian banyak ilmu spiritual asli bali, berikut ini tyang bermaksud membagikan pemahaman pribadi tyang tentang pengenalan diri manusia, dimana dalam sastra bali lebih ...

Lontar tanpa tulis baliwisdom

MEMBACA LONTAR TANPA TULIS Om Awignamastu, semoga paparan ini mendatangkan manfaat untuk anda yang membacanya. Dalam ajaran Kanda Pat Sari disebutkan bahwa "Yang Di Tengah", Ratu Ketut, yang terakhir di-regep atau diinternalisasi disimbolkan sebagai "lontar tanpa tulis". Elemen Panca Maha Bhuta yang mewakili Ratu Ketut, energi suci yang berstana di tengah ini yaitu Akasha. Apa kaitan antara Akasha dengan "Lontar Tanpa Tulis?" Sebelumnya ijinkan saya mengutip sebuah kalimat dari Lontar Angkus Prana, disebutkan bahwa, "sastra yang utama adalah pikiran" dan, "nafas disebut sebagai Lontar tanpa Tulis" Pikiran dikatakan sebagai "sastra utama"? Ya, namun tentu bukan pikiran sadar (conscious mind) yang penuh keruetan dan pertimbangan ini itu, bukan pula gerak-gerak pikiran-perasaan (citta vritti) yang muncul dari reaksi memori, namun bagian pikiran yang disebut sebagai sastra utama adalah pikiran supra sadar, superconscious mi...

SORGA DAN NERAKA

SORGA DAN NERAKA Om Swastiastu, Salah satu topik yang populer dikalangan manusia saat ini adalah bagaimana bentuk surga dan neraka di masing-masing Agama. Beberapa agama menggambarkan bahwa surga dan neraka adalah dua hal yang sangat berbeda tempat dan bentuknya. Di agama tetangga  Surga  digambarkan tempat yang sangat indah, damai dan apapun yang kita butuhkan/perlukan akan dipenuhi disurga. Bahkan ada yang mengatakan di surga nanti kita bebas menyaluarkan hasrat seksual dengan wanita-wanita canti + selalu virgin. Sedangkan  Neraka  digambarkan sebagai tempat yang kotor, menjijikan, panas, banyak terdapat mayat orang-orang yang disiksa. Di tempat inilah manusia akan disiksa atas perbuatan yang mereka lakukan semasa hidupnya. Lalu bagaimana kita sebagai umat Hindu memaknai arti dari sebuah Surga dan Neraka? Secara garis besarnya semua akan sepakat (meskipun ada yang membantahnya) mendapatkan surga dan neraka adalah akibat dari yang kita perbuat (hasil). Ke...

Mantra dewa wisnu

MANTRA MENGAGUNGKAN DEWA WISNU Komposisi Shat Padi  enam ayat oleh AdiSankaracharya didedikasikan untukWisnu; Dewa Pelindung. Komposisi inioleh Adi Sankaracharya yang hidup dan penuh dengan frekuensi paling dinamis Dari jumlah tersebut enam ayat saya telah mengambil hanya satu ayat yang akandibacakan sebagai doa pendek yang paling kuat dari perlindungan dari Wisnu.Aku tahu bahwa kebanyakan orang akanmerasa sulit untuk diucapkan danmembaca seluruh komposisi; maka saya mencoba untuk menemukan bagian-bagian yang paling relevan untuk tujuan tertentu. Om Mathsyadhi biravathaarai ravatharavatha avatha Sadha Vasudham | Parameshwara Paripalyo Bhavatha Bhavathapa bheethoham || (Anda telah diwujudkan sebagai Matsya, Kurma, Varaha dan lainnya Avatar untuk melindungi ciptaan selamanya. Saya bermasalah dan takut dari berba...

Uncal Balung,

Uncal Balung, Kuasa  Sang Kala Tiga Uncal Balung, kata ini sering terdengar dalam masyarakat Hindu Bali, terutama di kalangan mereka yang suka dengan kegiatan ritual keagamaan. Istilah  uncal balung  tak asing lagi, cuman bagi masyarakat awam mungkin mereka bertanya, apa itu uncal balung. Secara sederhana saja bahwa kurun waktu dari Galungan sampai dengan Buda Kliwon Pahang adalah yang disebut dengan masa  uncal Balung . Mereka hanya tahu bahwa pada kurun waktu tersebut tak boleh  ngae gae , artinya tak boleh merencanakan dan melaksanakan upacara baik itu manusa yadnya, pitra yadnya maupun dewa yadnya. Pokoknya sing dadi  megaenan,  tak boleh menjalankan kegiatan ritual, selain rangkaian hari raya Galungan sampai Kuningan tersebut. Pengecualian adalah upacara odalan dan terkait dengan kelahiran manusia seperti  nyambutin, ngotonin . Masyarakat Bali juga memahami bahwa acara  nangun karya  pastilah mereka menunggu sampai “ apang ...