Langsung ke konten utama

Postingan

korek api yang unik

Ya lumayan buat memunculkan api Rp 200. 000. Apakah kamu terikat dengan ini? . Atau sekedar keperluan untuk hidup? 

wireless penangkap waefi untuk cp

Karena dicoba saya tidak bisa menangkap waefi makan perlu alat ini.  Rp 275.000

kipas angin mini

Lumayan untuk penghilang rasa gerah panas  Rp 75.000

penyimpanan eksternal 2 tb/to

Untuk menyimpan data pribadi Rp. 1.100.000 16/02/2020

leptop asus

Untuk Hiburan dan kerja Rp3.000.000

Dewa Lolo: MENGAPA ORANG BALI SEMBAHYANG PURNAMA TILEM

Dewa Lolo : MENGAPA ORANG BALI SEMBAHYANG PADA PURNAMA-TILEM? Pertanyaan di atas biasanya dijawab secara teologis, pada hari purnama kita memuja Sanghyang Chandra dan Sanghyang Ketu sebagai dewa kecermelangan untuk memohon kesempurnaan dan cahaya suci dari Ida Sanghyang Widi Wasa. Di hari Tilem, kita memuja Dewa Surya untuk melebur segala mala atau kekotoran dalam diri manusia. Di hari Tilem ini diyakini Dewa Surya melakukan tapa-samadhi. Namun tahukah Anda alasan lain mengapa orang Bali melakukan persembahyangan di hari Purnama dan Tilem? Anand Krishna, dalam buku “Misteri Air”, Mengubah Dunia dengan Kesadaran Baru” (2005) menyebutkan, dalam banyak tradisi kuno, khususnya yang berkembang di India Utara dan Timur Tengah, festival-festival keagamaan selalu dikaitkan dengan bulan purnama. Disebutkan, pada saat bulan purnama, bukan hanya air laut, tapi air di dalam tubuh kita akan mengalami pasang naik. Pada saat itu pula, energi kita akan ikut meningkat. Ole h sebab itu, mereka yang m...

Kesadaran (bali wisdom)

TRADISI SPIRITUAL LELUHUR NUSANTARA Secara garis besar, ada dua kelompok tradisi spiritual dan agama.  Berdasarkan sifat : 1. Pertama bersifat "Mitologis/ Literal",  2. kedua bersifat "Filosofis/ Simbolik". 1. Tradisi pertama umumnya berdasarkan teks-teks seperti Puranic. Jadi, Dewa dipuja sebagai entitas nyata, ada bentuk nyatanya, ada tempat nyatanya, dst. Lalu, tradisi ini kemudian akan memiliki banyak sekali aturan soal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan berdasarkan apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi pujaanya. Pembicaraan soal "dosa" dan "surga-neraka" merupakan topik yang selalu hangat di sini.Tradisi ini umumnya menganggap keillahian yang dipuja ada di luar diri, di surga, di Vaikunta, di Kailasha, dst. Kemudian, sang penyembah pun dianggap berbeda dengan sesembahannya. 2. Tradisi spiritual kedua umumnya bersifat "Tantrik", yang mana dewata atau entitas illahi lain bukan dianggap mahluk berbeda, namun ad...